Interkoneksi Transport

Media Penjualan Tiket Pesawat dan Kereta Api Online

TIPS SEDERHANA AGAR BEPERGIAN NAIK PESAWAT HEMAT

Harus dihitung segala hal terkait urusan bepergian supaya bisa berhemat.

termasuk hitungan barang bawaan kalau bepergian naik pesawat udara

Sekarang [mulai Feb 2019], maskapai sudah hitung2an segala lini, termasuk juga barang bawaan. Petugas cek in makin jeli melihat calon penumpang dg segala barang bawaannya. Jika tampak berat, disuruh timbang.

Maksimal berat bagasi yang diperbolehkan masuk kabin penumpang 7 kg saja, jika kelebihan berat dihitung.

Lumayan per kg untuk penerbangan +/- 1 jam kita harus keluarkan duit 25K. Tinggal kalkulasi berapa berat lebihnya. Jika 5kg Rp.125K.

Bagaimana dengan barang yang memang harus masuk bagasi?

Tidak ada gratis kata lagi….. semua bayar.

Tinggal ditimbang dan silahkan bayar 25 ribu/kg.

Bawa oleh2 mudik atau wisata misalnya 10kg, harus siapkan duit 250rb.

Bagaimana bisa lebih hemat? Ikuti 2 saran berikut :

  1. Bepergian harus bijak, maksud-e jangan banyak-banyak bawa barang
  2. Pelajari kebijakan maskapai

Yang no.2 perlu dibahas

Contoh Lion Air, agar hemat mereka kasih saran ke calon penumpang beli prepaid baggage

Apa itu? Semacam voucher kuota bagasi.

Beli voucher bagasi maksimal 6 jam sebelum berangkat . Voucher bagasi yang disediakan kelipatan 5 yaitu 5kg, 10kg, 15 kg, 20kg.

Nggak bisa beli 2kg atau 2,5kg saja. Seperti  voucher pulsa, pembeli nggak bisa bertingkah ya….. yg tersedia 10rb nggak bisa cari yang 6rb…….

Harga voucher tadi lebih murah dibandingkan dengan bayar bagasi di konter cek in bandara. Harga voucher penerbangan +/- 1 jam Rp.18K per kg. Coba perhatikan ada selisih 7ribu dengan yang bayar di konter cek in.

Berhubung voucher bagasi sudah ditentukan jumlahnya, maka harus benar2 dihitung berapa berat barang yang akan masuk bagasi sebelum bepergian. Agar tidak salah pilih voucher. Kalau bisa beratnya pas dengan berat maksimal sesuai voucher yang dibeli. Misalnya voucher 10kg, maka barang bagasi maksimal 10kg jangan sampai kelebihan. Sebaliknya jangan mubazir, beli voucher 10kg ternyata barang bawaan hanya 5kg.

Voucher bagasi beda dengan voucher pulsa. Kalau voucher pulsa masih ada sisa masih bisa berlaku untuk pengisian voucher berikutnya. Beda ketentuannya dengan voucher bagasi yang hanya berlaku untuk 1 kali penerbangan, misalnya berat bagasi 5kg sedang voucher bagasi yang dibeli 10kg. Sisa voucher 5kg tidak berlaku lagi untuk penerbangan di waktu lain.

Tambah rumit ya…?

Sepertinya penumpang pesawat udara didesak kondisi agar cerdas dalam bepergian. Harus bisa memperkirakan berapa berat barang bawaannya. Padahal budaya orang kita, jika silaturahmi, pulangnya banyak sangu oleh-2 yang sulit untuk ditolak. Ada yang kasih beras, gula merah, camilan khas daerah, dan segala macamnya. Hanya bisa mengkerutkan dahi, ditolak nggak enak, diterima apa boleh buat. Sementara besok harus berangkat.

Mau cerdas bagaimana?

Perlu sosialisasi ke sanak keluarga sebelum anjang sana, bahwa bagasi pesawat sekarang beda dengan dulu. Dulu free 20kg, sekarang cuma 7kg masuk kabin atas. Artinya cuma tas ransel isi pakaian 3 hari.

Itu apalagi jama’ah umroh. Penerbangan internasional saudi – Jakarta masih berlaku free bagasi. Mereka berlomba koleksi oleh2 untuk sanak keluarga, kurma dengan beragam jenis, kacang2 arab, kismis, gamis, minyak zaitun, siwak, habbatusaudah, termasuk juga nanti ada yang bawa mainan anak2, kalau ditotal kisaran 20kg an. Masih free penerbangan internasional…. Kalau rumahnya di Jakarta saja santai-santai saja. Bagaimana yang dari daerah lain nun jauh di sana, di seberang pulang. Harus terbang lanjutan 1 s.d 3 jam lagi?

Berhitunglah dengan bijak. Selamat berhemat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *