Interkoneksi Transport

Media Penjualan Tiket Pesawat dan Kereta Api Online

Pesawat Pembawa Jama’ah Haji Embarkasi Banjarmasin “Dikejar” Asap

Lucu kalau membaca kalimat pesawat “dikejar” asap. Ini fakta yang tidak bisa dipungkiri, pasalnya banyak bandara di wilayah Sumatera dan Kalimantan harus merana karena kepungan asap. Puluhan penerbangan mengalami pembatalan dan penundaan, baik yang berangkat maupun pesawat yang akan mendarat. Di Kalimantan misalnya, bandara yang terkena dampak asap ada di Kota Banjarmasin, Palangkaraya, Sampit dan Pontianak. Kota Palangkaraya termasuk yang paling parah menerima dampak asap tersebut.

Asap bisa muncul sewaktu-waktu. Biasanya saat udara dingin menyelimuti wilayah. Di wilayah sekitar Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin, tepatnya di Kecamatan Landasan Ulin Banjarbaru, asap muncul di pagi hari saat suhu dingin dan berembun. Waktu rawan yang asap sekitar pukul 07.00 s/d 09.00. Jangankan pesawat, pengendara bahkan pejalan kaki harus berhati-hati melintasi jalan. Untuk melihat sesuatu di hadapan kita yang berjarak 10 m saja cukup sulit, tersamar.

Praktis pada pukul 07.00 s/d 09.00 tersebut tidak ada pesawat yang take off maupun landing. Pesawat yang dijadwalkan terbang pada pukul 06.00 atau 06.30 masih bisa berangkat, tetapi setelah itu asap pun turun menyelimuti bandara. Terkadang juga asap turun sekitar pukul 06.00 atau bahkan lebih awal lagi. Luar biasa tantangan penerbangan saat musim kemarau ini. Managemen maskapai pusing memikirkan bagaimana caranya pesawat segera diberangkatkan atau segera datang, karena rangkaian slot penerbangannya akan terkait dengan kota-kota lainnya. Sangat sulit untuk merubah jadwal penerbangan agar terhindar dari kepungan asap.

Dampak langsung dari asap pun dialami oleh calon jama’ah haji embarkasi Banjarmasin. Beberapa kloter yang dijadwalkan terbang pagi hari beberapa kali mengalami keterlambatan gara-gara asap. Pesawat Garuda Airbus seri 330 – 300 harus menunggu perintah operator bandara kapan waktu terbang yang aman untuk membawa sekitar 300 an lebih jama’ah haji asal Propinsi Kalimantan Selatan dan Tengah. Berhubung penerbangan Garuda ini bukan layanan regular, sehingga mudah untuk mengatur jadwal berangkat. Fleksibel waktunya. Pada hari ini 16 September 2015, dijadwalkan pesawat Garuda menerbangkan jama’ah haji pada pukul 05.25. Tetapi karena memperhatikan pola asap yang ada, sehingga keberangkatan pun dimajukan ke pukul 04.20, lebih awal 1 jam dari jadwal yang sudah ditetapkan. Ini kondisi nyata pesawat berkejaran waktu dengan munculnya asap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *