Interkoneksi Transport

Media Penjualan Tiket Pesawat dan Kereta Api Online

Perbedaan Naik Kereta Api dan Bus AKDP / AKAP

moda transportasi kereta dan bus

Kalau dibuat grafik minat masyarakat terhadap angkutan umum, kereta api sangat melejit naik dibandingkan bus Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) / Antar Kota Antar Propinsi (AKAP). Banyak alasan mengapa demikian. Kenyamanan, kecepatan, ketepatan, keamanan, dan kebersihan.

Kenyamanan

Faktor ini sebenarnya relatif. Tergantung siapa orangnya. Kalau yang sudah cukup maniak dengan bus mungkin akan mengatakan bus nyaman baginya, sebaliknya juga sama dengan keretamania, maka mereka katakan naik kereta api lah yang nyaman. Ada indikator faktor kenyamanan, seperti 1) tempat duduk nyaman, 2) ber-AC, 3) tanpa asap rokok, 4) tersedia toilet, 5) tanpa pengamen dan asongan. Kelima indikator ini tidak hanya dimiliki oleh kereta api, tetapi juga ada di dalam bus antar kota. Namun, untuk nomor 4 dan 5, kebanyakan menjadi titik lemah bus. Jarang sekali bus menyediakan toilet, kecuali bus VIP. Demikian juga dengan pedagang asongan dan pengamen, bus hampir tidak bisa menghindar dari “serbuan” mereka masuk ke dalam bus. Bus eksekutif seperti Kramatdjati, Lorena, Rosalia, Nusantara, Budiman, dll mungkin cukup nyaman tanpa asongan dan pengamen.

Di bawah ini akan kami uraikan 5K di atas tadi :

Kecepatan

Untuk faktor ini tidak perlu diragukan lagi mana yang lebih cepat bus atau kereta api. Bus sangat jauh ketinggalan dibandingkan kereta api. Kecepatan rata-rata kereta api di negara kita 100 km/jam, sedangkan bus kalau di rata-rata 70-80 km/jam. Meskipun bus bisa melaju dengan kecepatan 100 km/jam atau lebih, tetapi hambatan lalu lintas di jalan tidak menjamin kecepatan bisa konstan.

Kereta api tercepat di Indonesia saat ini adalah KA Argo Bromo Anggrek, jarak 920 km dapat ditempuh hanya 9,5 jam. Kereta Argo Bromo Anggrek memiliki rute Stasiun Surabaya Pasar Turi ke Stasiun Gambir Jakarta, dengan kecepatan mencapai 120 km/jam.

Ketepatan

Beberapa jenis bus eksekutif mungkin berangkat dapat tepat waktu, namun waktu tiba belum tentu bisa diprediksi. Faktor padatnya lalu lintas menjadi hambatan untuk bisa menyatakan tepat waktu. Kereta api, memiliki jalur tersendiri tanpa hambatan, kecuali kejadian tak terduga seperti rel anjok, tabrakan, maka kereta api kalah dengan bus. Kereta api memiliki on time performance (OTP) yang cukup bagus. Berangkat dan tiba selalu tepat waktu. Kalau tidak tepat waktu, akan berpengaruh pada rangkaian kereta api lainnya karena jalur rel hanya 1 atau 2 track saja. Jika rel double track sudah merata di seluruh kota, waktu tempuh kereta api menjadi lebih singkat lagi.

Keamanan

Faktor penting yang sangat mempengaruhi pilihan penumpang. Tidak sekali dua kali ada seorang ibu menangis setelah menyadari barang berharganya hilang saat bus istirahat di rumah makan rest area. Si tangan jahil memanfaatkan celah istirahat ini untuk beraksi. Demikian juga di dalam kereta, meskipun petugas keamanan hilir mudik antar gerbong, peluang kejahatan di dalam kereta bisa saja terjadi. Seluruh penumpang tertidur lelap di malam hari, petugas keamanan juga seperti penumpang memiliki rasa kantuk. Waktu-2 seperti ini sangat diketahui oleh si-tangan jahil.

Jika dibandingkan, lebih aman kereta api dari pada bus, karena ada petugas keamanan. Keamanan berlapis diterapkan sejak di stasiun. Sebelum masuk ruang tunggu kereta api ada pemeriksaan. Para pengamanan berlapis terpasang di seluruh stasiun. Di dalam kereta ada beberapa petugas keamanan. Bagaimana dengan bus? Anda bisa bandingkan.

Kebersihan

Di dalam kereta api ada beberapa petugas atau crew yang bertanggung jawab dengan kebersihan kereta api, khususnya di dalam gerbong penumpang yang dikenal dengan istilah service on train. Secara berkala mereka mengambil sampah-2 bekas minuman dan makanan dari gerbong ke gerbong. Jika ada sampah berserakan dan mengganggu pemandangan dan penciuman, serta aroma toilet kurang sedap, atau suhu AC kurang dingin bisa disampaikan kepada crew service on train.

Demikian juga mereka melakukan pengepelan lantai, terkhusus di sekitar area bordes dekat toilet. Di dalam bus, hal demikian jarang di dapati.

Pemaparan 5K di atas tadi bukan membatasi indikator lain. Masih banyak yang dapat membedakan antara kereta api dan bus yang menyertai perjalanan.

3 thoughts on “Perbedaan Naik Kereta Api dan Bus AKDP / AKAP

  1. Untuk Topik Kecepatan:
    Sebetulnya untuk masalah kecepatan, Bus maupun KA sama2 punya kecepatan maksimum: 120 km/jam. Jarak tempuh KA Surabaya – Jakarta via Bojonegoro – Semarang – Cirebon itu sekitar 725 Km (Semua sudah punya jalur ganda), atau Jalur KA Surabaya – Jakarta via Madiun – Purwokerto itu sekitar 825 Km. *Info ini ada di papan penunjuk jarak tempuh di Stasiun2 KA besar – sedang. Juga berdasarkan kenyataan bahwa hampir semua jenis Lokomotif KA (termasuk Lok CC 206) di Indonesia itu pernah “mencicipi” menarik KA mulai dari KA Kelas Eksekutif seperti KA Argo Anggrek, Argo Wilis, Argo Lawu, dll sampai bertugas KA Lokal PSO dan KA Barang.

      • Cuma saya penasaran, apakah Pesawat Jet ukuran sedang – pendek seperti Pesawat Komersial co/ Boeing 737 NG dan B 737 versi MAX. begitu juga dengan Pesawat Airbus A320 series bisa terbang lebih tinggi dari Pesawat Boeing 747, 777 dan 787 Dream Liner?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *