Interkoneksi Transport

Media Penjualan Tiket Pesawat dan Kereta Api Online

Mengenali Rute Koneksi Kereta Api Lokal

Dalam dunia transportasi darat, ada singkatan bus AKAP [antar kota antar propinsi] dan AKDP [antar kota dalam propinsi]. Jenis transportasi darat yang dapat mengangkut puluhan penumpang dari satu terminal ke terminal lain. Di setiap terminal tersedia angkutan lain yang lebih kecil, bis mini, elf maupun angkot untuk layanan lokal dalam kota.

Demikian juga halnya dengan kereta api. Meskipun jalan yang dilewati hanya berupa rel, namun kereta api mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam bepergian. Kereta jarak jauh seperti bus AKAP, kereta jarak menengah dan dekat seperti AKDP, sedangkan kereta lokal dan komuter baik KRL atau pun KRD seperti angkot atau angguna atau bajaj atau bemo.

Problem yang dihadapi pengguna jasa kereta api adalah koneksi transportasi setelah mereka turun di stasiun kota. Kebanyakan mereka harus mengeluarkan uang untuk naik taksi atau mobil carter untuk mengantar ke tempat tujuan. Bagi yang memiliki kawan atau sanak keluarga hal ini bukan persoalan, cukup telpon untuk minta jemput. Problem koneksi antar moda, sebenarnya karena ketidaktahuan rute kereta lokal.

Berikut sedikit cerita berbagi pengalaman.
Sudah lama saya mengamati rute kereta api di pulau Jawa terkait dengan koneksi kereta dengan berbagai rute, dan koneksi dengan moda angkutan lainnya. Ambil contoh di Surabaya dan Sidoarjo. Di Surabaya dikenal 2 stasiun besar yaitu Stasiun Gubeng dan Stasiun Pasar Turi. Stasiun lainnya termasuk kategori kecil, termasuk juga di wilayah Sidoarjo.

Suatu hari setelah pesawat mendarat di Bandara Juanda Surabaya, saya pun bergegas membeli tiket taxi resmi bandara untuk tujuan Stasiun Sidoarjo dengan tarif Rp.135.000. Kalau ke stasiun Gubeng Rp.150.000. Berarti lebih dekat ke Stasiun Sidoarjo. Jika anda ingin naik kereta api dari Stasiun Gubeng menuju kota di sebelah timur Surabaya seperti Pasuruan, Bangil, Probolinggo, Jember dan Banyuwangi tentu akan melewati Stasiun Sidoarjo. Jika kota Tujuan di sebelah timur Surabaya, maka lebih hemat naik kereta api dari stasiun Sidoarjo. Sebaliknya jika kota tujuan di sebelah Barat jalur selatan, maka naik kereta langsung ke stasiun Gubeng. Jika kota tujuan di sebelah Barat jalur utara, maka naik kereta langsung ke Stasiun Pasar Turi.

Kemudian saya masih berpikir lagi bagaimana bisa menghemat biaya transport dari Juanda ke Stasiun kereta? Tarif taxi sebesar Rp.135.000 ke Stasiun termasuk mahal jika bepergian sendiri. Tidak ada cara lain untuk berhemat kecuali naik bus damri tujuan terminal Bungurasih. Jika tujuannya adalah Stasiun Gubeng, maka bisa naik angkot atau lin [istilah orang Surabaya] atau bus damri tujuan Terminal Joyoboyo. Saya lupa berapa tarif angkot tsb, mungkin Rp.5.000,-. Di Terminal Joyoboyo tersedia angkot jurusan Stasiun Gubeng dengan biaya sekitar 5ribu juga. Kalau ditotal biaya transport dari bandara Juanda ke Stasiun Gubeng = Rp.25.000 + Rp.10.000 = Rp.35.000. Jauh lebih hemat. Biaya murah tersebut tidak berbanding lurus dengan nilai waktu dan kenyamanan. Bagi yang tidak mau ribet dan banyak duit tidak akan memilih model transport estafet seperti itu.

Rute sebaliknya berangkat dari wilayah timur menuju bandara Juanda. Bagi yang naik kereta lebih efektif turun di stasiun Sidoarjo karena lebih dekat ke Bandara dibandingkan dari Stasiun Gubeng. Kalau mau langsung dari Stasiun Sidoarjo ke Bandara bisa naik ojek atau taxi. Tarif taxi bervariasi anara 130.000 s/d 150.000. Tarif ojek sekitar Rp.50.000.

Alternatif lain juga patut dicoba. Setelah turun di Stasiun Sidoarjo langsung beli tiket kereta lokal Penataran jam 14.20 Rp.10.000 tujuan Stasiun Waru atau naik kereta komuter jam 16.15 Rp.5.000 tujuan Stasiun Waru. Lokasi stasiun Waru tidak jauh dari Bandara Juanda. Dari sini tarif taxi ke bandara Rp.50.000. Jika masih ada waktu longgar bisa juga naik damri bandara. Caranya dari stasiun Waru menyeberang jembatan penyeberangan. Begitu turun jembatan di seberangnya langsung ketemu gerbang keluar terminal Bungurasih. Masuk terminal dan menuju tempat bis damri bandara. Tapi jarak dari jembatan penyeberangan ke lokasi damri bandara lumayan untuk pejalan kaki yaitu sekitar 700 m.

Pengenalan rute-rute kereta lokal atau komuter sangat penting untuk menghemat biaya transport. Jika tidak mendapatkan tiket pesawat murah, setidaknya dari sisi transport darat dapat berhemat.

Jadwal kereta Penataran dari Stasiun Waru menuju Stasiun Sidoarjo pukul 05.01, 07.57, 11.52, 18.07, 20.20. Waktu tempuh rata-rata 11 menit. Bagi yang ingin ke kota Malang bisa naik kereta ini dengan tarif Rp.12.000.
Jadwal kereta Penataran dari Stasiun Sidoarjo menuju Stasiun Waru pukul 06.22, 09.01, 14.20, 18.58, 21.51.
Jadwal dari Malang menuju Waru pukul 04.30, 07.07, 12.20, 17.05, 20.05.
Sekali lagi sebagai pengingat, Stasiun Waru seringkali disebutkan di dalam tulisan ini karena lokasinya yang paling dekat dengan Bandara Juanda Surabaya. Penjelasan ini berkaitan dengan koneksi kereta api dan pesawat udara.

Bagaimana dengan jadwal komuter?
Komuter yang menghubungkan Stasiun Surabaya Kota dan Stasiun Sidoarjo dikenal dengan sebutan Komuter SUSI.
SB KOTA – WARU – SIDOARJO – PORONG 04.05-04.56, 13.15-14.34, 17.50-19.16
PORONG – SIDOARJO – WARU – SB KOTA 05.45-07.04, 15.50-17.20, 19.35-20.48
Jadwal berangkat komuter SUSI sore hari dari Stasiun Sidoarjo ke Surabaya berangkat pukul 16.15.
Tarif cukup murah yaitu Cuma Rp.5.000,-.

Bagaimana kondisi gerbong komuter SUSI?
Bagi yang pernah naik kereta Prameks Yogya – Solo, kondisinya mirip dengan komuter SUSI. Kursi tersedia saling berhadapan seperti di dalam angkot. Ada space di tengahnya, kalau sedang padat penumpang space tersebut merupakan tempat penumpang berdiri dengan tangan berpegangan di railing atas. Mau biaya murah wajar lah dengan kondisi seperti itu.
Tunggu ulasan tentang kereta lokal atau komuter yang ke arah barat kota Surabaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *