Interkoneksi Transport

Media Penjualan Tiket Pesawat dan Kereta Api Online

Mengapa dalam Satu Rangkaian Kereta Api Ada Perbedaan Harga Tiket?

kereta api gaya baru malam

Kereta Api terdiri beberapa rangkaian gerbong, hingga belasan gerbong. Kereta api kelas eksekutif biasanya memiliki rangkaian gerbong sedikit dibandingkan kereta bisnis atau pun ekonomi. Rangkaian gerbong paling banyak adalah kereta api kelas ekonomi. Meskipun terdiri beberapa gerbong, ternyata tiap gerbong memiliki perbedaan harga.

Kami ambilkan contoh di sini KA Eksekutif Taksaka Pagi. Kereta api ini melayani rute Gambir – Yogyakarta. Pada tanggal 12 Agustus 2015, harga tiket yang ditawarkan ada 4 pilihan, Rp.350.000, Rp. 320.000, Rp. 290.000 dan Rp. 260.000. Apakah yang membedakan dari ke-4 harga yang ditawarkan tersebut? Perbedaan harga tidak hanya pada kereta api kelas eksekutif, tetapi juga pada kereta kelas bisnis dan ekonomi.

Sepertinya kebanyakan orang akan memilih harga termurah. Kalau mau jeli, tentu kita akan berpikir ada harga, ada nilai layanan. Perbedaan harga akan mempengaruhi standar atau tingkat layanan. Lalu, seperti apakah tingkat layanan yang dimaksud? Di dalam kereta, semua tempat duduk sama kondisinya, suhu udara cari AC sama-sama dirasakan oleh penumpang, stop kontak listrik juga tersedia di setiap tempat duduk, keadaan kursi pun sama. Jika anda sering bepergian naik kereta api, tentu dapat menjawab dengan mudah seperti apa layanan yang dimaksud sehingga harga tiket ada yang mahal. Jawabannya adalah berkaitan dengan posisi gerbong terhadap area kedatangan atau pun keberangkatan.

Tiket kereta yang paling mahal, posisi gerbongnya paling dekat dengan area kedatangan atau keberangkatan di stasiun. Jadi penumpang yang membeli tiket harga paling mahal tidak terlalu jauh berjalan untuk menaiki gerbong kereta. Sebaliknya penumpang yang membeli tiket paling murah, akan berjalan jauh menuju gerbong yang disediakan sesuai harga tiketnya. Jadi, penyebab harga tiket ada yang mahal dan murah terletak pada jarak antara gerbong kereta api dan terminal keberangkatan atau kedatangan kereta api di stasiun.

Bagi penumpang yang bepergian tanpa barang bawaan yang banyak dan berat, dapat memilih tiket dengan harga murah. Sebaliknya bagi penumpang yang memiliki banyak barang disarankan memilih tiket yang lebih mahal agar tidak terlalu jauh menuju gerbongnya. Kebanyakan penumpang tidak menyadari tentang hal ini, yang penting beli tiket yang paling murah. Padahal saat mereka merasa kerepotan mengangkat barang yang banyak akhirnya memerlukan jasa portir untuk mengangkat barang hingga ke tempat duduk mereka. Dalam kondisi tertentu, terkadang posisi gerbong yang murah pada kereta ekonomi, tidak dilengkapi tangga ke pintu gerbong kereta. Ini sangat menyulitkan bagi para orang tua lansia atau anak-anak. Tarif jasa portir bervariasi Rp.5.000 s/d Rp.15.000. Besarnya tarif ini tergantung jarak menuju gerbong, jumlah barang atau berat barang, dan tawar menawar dengan portir. Petugas portir sudah faham sekali di mana posisi gerbong sesuai tiket yang dimiliki penumpang.

One thought on “Mengapa dalam Satu Rangkaian Kereta Api Ada Perbedaan Harga Tiket?

  1. Iya, betul juga. Kalau mau beli tiket KA kelas Eksekutif, Bisnis dan Ekonomi AC Non Pso dengan subclass terendah, biasanya saya ditaruh di kereta urutan pertama atau yang paling belakang. :-)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *