Interkoneksi Transport

Media Penjualan Tiket Pesawat dan Kereta Api Online

Manakah yang menguntungkan tiket kereta api secara online ataukah di loket stasiun ?

Saat ini, di abad 21, perkembangan teknologi semakin kuat dan cepat. Arus informasi tidak lagi harus menunggu lama hingga tiba ke hadapan kita. Dalam hitungan detik pun informasi di luar sana masuk ke dalam rumah-rumah kita. Cara berbelanja pun demikian, tanpa keluar rumah sedikitpun barang yang dibeli tiba esok harinya. Mungkin waktu pengiriman ini pun akan menjadi semakin singkat di waktu mendatang. Tanda-tandanya pun sudah mulai tampak. Drone telah menjawab kebutuhan delivery service bagi konsumen.

Wajar lah jika dalam sistem tiket pun yang secara manual, antri di loket telah ditinggalkan oleh peradaban kekinian. Sistem tiket online telah menjadi cara untuk menghemat waktu, tenaga dan biaya. Tidak lama setelah sistem pembelian tiket pesawat berubah menjadi sistem online, disusul oleh penjualan tiket kereta api. Kalau sekarang tidak ada lagi penjualan tiket pesawat di bandara, maka sebentar lagi akan keluar kebijakan pemerintah untuk meniadakan penjualan tiket kereta api di stasiun. Beberapa stasiun saat ini telah membatasi layanan penjualan tiket kereta api.

Bagi mereka yang tinggal di Pulau Jawa membeli tiket di stasiun tidak menjadi kendala, namun bagi masyarakat luar Jawa seperti Kalimantan, Sulawesi dll yang belum memiliki stasiun kereta api, tentu menjadi problem tersendiri. Dengan adanya sistem online tersebut siapa pun bisa melakukan pembelian tiket di mana pun berada, bahkan dari luar negeri sekalipun.

Mari kita lebih cermati lagi manakah unggul antara sistem tiket online atau offline di stasiun.
Gambaran 1 (offline): seseorang datang ke stasiun kereta api, kemudian antri di loket penjualan tiket. Dia ingin membeli tiket bersama 3 anggota keluarganya. Keberangkatan kereta api tinggal beberapa jam lagi. Tibalah giliran dia. “maaf beli tiket kereta … ke ….. “. Petugas loket akan menjawab beberapa kemungkinan.
Kemungkinan 1: “maaf habis”.
Kemungkinan 2: “ada sisa 2 seat”
Kemungkinan 3: “ada, tetapi seatnya terpisah-2”
Maka orang tadi tentu dihadapkan dua pilihan yaitu apakah tetap membeli tiket walaupun harus duduk terpisah-pisah dengan anggota keluarganya ataukah batal dan mencari alternatif lain.
Ini merupakan kondisi yang sangat tidak menyenangkan
Kemungkinan 4 : “ada” dan petugas tidak menjelaskan keadaan seat. Orang tadi langsung setuju, kemudian memperlihatkan kartu identitas, dan bayar (tanpa biaya reservasi sebesar Rp.7.500,-). Namun setelah ia terima tiket ternyata no seatnya terpisah-pisah.
Sebenarnya kita bisa saja bertanya ke penjual di loket tentang no seat. Tetapi, tergantung petugas yang melayani.

Gambaran 2 (online): seseorang datang ke stasiun kereta api. Langsung menuju mesin pencetak tiket. Dia input kode booking kemudian klik ok atau enter. Tiket kereta api pun langsung tercetak. Proses tersebut tidak lebih dari 1 menit. Koq, enak sekali… Ya itulah orang yang telah membeli tiket secara online. Tidak perlu antri di loket stasiun, cukup di rumah, pesan tiket di website agen tiket kereta api. Dapat memilih tempat duduk sesuai selera. Meskipun ada biaya reservasi Rp.7.500,-, namun waktu menjadi sangat efektif dan tidak perlu was-was kehabisan tiket.

Kira-kira mana yang menguntungkan? Gambaran 1 atau 2?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *