Interkoneksi Transport

Media Penjualan Tiket Pesawat dan Kereta Api Online

Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin

plank-nama-syamsuddin-noor

Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin merupakan bandara utama yang menjadi jantung transportasi udara masyarakat Kalsel. Lokasi tepatnya berada di wilayah Kota Banjarbaru yang berjarak sekitar 25 km dari Kota Banjarmasin. Lalu lintas pesawat di bandara ini cukup padat, khususnya untuk rute penerbangan dari/ke Jakarta dan Surabaya. Rute penerbangan internasional saat ini hanya dikhususkan untuk pemberangkatan jama’ah haji Kalsel dengan penerbangan langsung Banjarmasin – Jeddah. Pesawat berbadan besar dengan kapasitas 400 penumpang dapat mendarat di bandara ini.

Secara fisik, memiliki apron pesawat yang cukup luas, bisa menampung pesawat 7 buah kelas boeing 737-200 dan Airbus 300. Landasan pacu dengan panjang 2.500 m termasuk ukuran yang memenuhi syarat untuk pesawat berbadan lebar. Namun untuk bisa didarati pesawat 747 seri 500 masih belum memenuhi syarat karena panjang landasan yang disyaratkan yaitu 3.500 m.

Tiap hari sebanyak 6 – 7 buah pesawat menginap di bandara ini untuk terbang kembali besok paginya. Penerbangan paling pagi pukul 06.10, 06.20 dan 06.30 dengan kota tujuan Jakarta, Yogyakarta dan Surabaya. Pada pagi hari 04.30 WITeng bandara ini sudah cukup sibuk dengan hiruk-pikuk penumpang untuk keberangkatan pertama. Arus penumpang semakin padat hingga siang dan sore hari. Pada malam hari di atas pukul 21.00 Witeng kesibukan tampak pada area kedatangan. Kedatangan pesawat paling akhir sekitar pukul 22.30 – 23.00 waktu setempat. Umumnya kedatangan pesawat pada malam hari ini sering delay, sehingga terkadang pesawat baru mendarat pada pukul 23.30.

Selain delay, yang dikeluhkan pengguna jasa penerbangan di bandara Syamsuddin Noor adalah parkir mobil yang sangat terbatas. Pada jam padat di pagi dan siang hari, pengemudi mobil harus beberapa kali keluar masuk area parkir bandara karena parkir sudah penuh. Akibat tingginya tingkat kepadatan parkir ini menyebabkan antrian yang panjang ketika hendak memasuki area bandara. Saat ini jika anda melihat langsung situasi ini, kesimpulan tiap orang menjadi sama yaitu bandara ini sudah tidak layak lagi untuk dipertahankan. Sejak tahun 2014 lalu, PT Angkasa Pura I (Persero) melakukan rencana pengembangan terminal baru dengan luas 125.000 m2 sehingga mampu menampung 10 juta penumpang/tahun dengan fasilitas dan peralatan dengan berdasarkan standar internasional dan modern. Semoga segera terealisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *